Bermodalkan Keuletan, Sri Mulyani Sukses Jadi Pengrajin Manik Khas Dayak Di Tenggarong

Potret : Sri Mulyani (Kiri) di Ruko Kerajinan Manik Museum Tenggarong Kukar

TENGGARONG, Beruangmadunews.com — Jika berkunjung ke Kabupaten Kutai Kartanegara Kecamatan Tenggarong, sempatkan untuk berbelanja aneka kerajinan manik-manik, di Museum Mulawarman Tenggarong khususnya di Adelia Souvenir.

Usaha yang dirintis oleh Sri Mulyani dengan brand ‘Kita Pasti Bisa Kalau Usaha’ ini tak pernah lengang menerima kunjungan pelanggan di tingkat lokal sampai nasional. Sebelum usaha ini mendapatkan omzet yang lumayan per bulan, ia menejelaskan waktu itu membutuhkan modal yang lumayan pula. 
Sembari ia melakukan tugasnya sebagai ibubrumah tangga. Di tahun 2019 tas manik dan sulam tumpar sangat populer di kalangan konsumen. Sampai-sampai di kampung Sri Mulyani pun di Jl. Kencana Ungu, Kelurahan Timbau, Tenggarong sendiri banyak pengrajin yang memproduksi aksesoris manik-manik khas Dayak tersebut.

Sri Mulyani Saat Menjadi Mentor di Rumah Usaha Manik Jl. Kencana Ungu, Timbau, Tenggarong

Berangkat dari peluang itu, ia juga ingin terlibat dalam bisnis kerajinan manik-manik ini. Tak jarang waktu itu jumlah permintaan pasar lebih tinggi dibanding dengan proses produksi. “Saudara-saudara saya menyarankan untuk menjadi pengepul kerajinan di Kukar Mas. Jadi saya mencoba melakukan menjadi pengrajin manik khas dayak,” terang Sri Mulyani saat dimintai keterangan.
Kendala yang dihadapi ketika itu adalah proses pembuatan tas dari manik-manik. Merasa terusik dengan tantangan tersebut, karena produksi pembuatan tas membutuhkan waktu lama dan ketelitian. “Bisa dibayangkan, padahal cuma untuk mengisi waktu luang tapi malah ketagihan sampe gak tidur kalau malam,” ujarnya.
Dengan telaten ia mengerjakan dan sekaligus menyelesaikan tantangan membuat tas manik tersebut dengan memberdayakan perajin-perajin sekitar. Ia bersyukur bahwa tantangan tersebut dapat diselesaikan. “Meski di awal-awal banyak keterbatasan, namun ini adalah tantangan untuk menjadi lebih maju,” katanya dengan yakin.
Lantas, seiring berjalannya waktu banyak konsumen yang datang dari kabupaten tetangga seperti Samarinda, Bontang dan Balikpapan hingga kota-kota besar seperti Bandung, Surabaya dan Papua.
“Saya sangat bersyukur  keisengan selama ini bermanfaat, karena sekarang sudah punya karyawan sendiri yang mandiri bisa membuat kerajinan manik, sehingga mampu membuat peluang lapangan pekerjaan baru,” pungkas Sri Mulyani.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *